Tingkah laku anak pada usia dini memang itu tidak bisa
ditolak lagi terkadang sangat sulit untuk di mengerti dan dipahami. Hal – hal yang
demikian tersebut acap kali membuat orang tua utamanya para ibu merasa kesal dan salah kaprah dalam
menangani perilaku anak nya. Padahal, seharusnya orang tua terutama para ibu bisa
mengerti dan memahami karakteristik anak agar dapat menanggapinya dengan cara
yang tepat sehingga tidak memberikan dampak negatif pada psikologi anak.
Oleh sebab itu , berikut ini adalah beberapa
karakteristik umum yang dimiliki oleh anak – anak pada usia dini:
- Karakter Unik. karakter yang dipunyai
oleh anak adalah berbeda-beda dan mempunyai ciri khas sendiri - sendiri
yang meliputi bawaan, minat, kapabilitas, dan latar belakang.
- Karakter Egosentris. Anak tersebut
mempunyai keegoan yang terlalu tinggi. Hal tersebut bisa tunjukan atau dibuktikan
dengan sikap anak yang cenderung memahami atau mengerti dan memperhatikan
suatu hal hanya dari sudut pandang kepentingan sendiri saja.
- Karakter Aktif dan energik. Anak pada usia dini
lazimnya sangat senang sekali melakukan berbagai hal aktifitas. Si anak
seakan - akan tidak pernah merasa lelah, tidak pernah merasakan bosan, dan
tidak pernah berhenti untuk beraktifitas kecuali pada saat si anakn tertidur.
- Karakter Rasa ingin tahu yang kuat. Anak – anak pada umumnya
selalu mempunyai rasa keingin tahu yang tinggi dan antusias atau agresif
terhadap banyak hal terutama terhadap hal-hal yang baru. di saat si anak
sedang ingin mengetahui akan suatu hal, si anak akan selalu menanyakan hal tersebut dan
selalu mengaitkan pembicaraannya dengan hal tersebut.
- Karakter Eksploratif dan berjiwa petualang. Dengan berangi dengan rasa ingin tahu yang kuat, anak akan lazim
senang sekali menjelajah, bermain kesana kemari, membongkar pasang mainan
yang baru dibelinya, mencoret-coret dinding, dan sebagainya.
- Karakter Spontan. Perilaku
atau tingkah laku dan sikap yang
dicerminkan oleh anak itu pada dasarnya adalah sikap asli mereka tanpa di
rekayasa. Sehingga, acap kali kita sebagai orang tua menjumpai anak-anak
berbicara ceplas-ceplos tanpa kendali dan merefleksikan apapun yang ada
dalam hati dan pikiran mereka.
- Karakter Senang dan kaya dengan fantasi. Si anak
biasanya menyukai terhadap sesuatu hal-hal yang sifatnya imajinatif seperti
contohnya cerita dongeng. Mereka tidak akan hanya suka untuk mendengarkan
orang lain ketika bercerita, tetapi mereka juga senang bercerita kepada
orang lain.
- Karakter Mudah frustasi. seandainya ada sesuatu hal
yang tidak cocok dengan keinginannya atau membuat dia merasakan tidak
puas, maka dia akan kecewa dan meluapkannya dengan menangis atau
marah-marah.
- Karakter Kurang pertimbangan. ketika melakukan suatu
hal,si anak tidak akan dapat mempertimbangkan apakah sesuatu itu berbahaya
atau tidak berbahaya bagi dirinya maupun bagi orang lain. Contohnya ketika
si anak bermain dengan benda-benda yang
tajam, mereka akan cenderung tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya
kalau benda yang sedang dimainkannya itu berbahaya untuk dirinya.
- Karakter Daya perhatian yang pendek. Anak biasanya tidak akan
bisa betah untuk duduk berlama-lama untuk memperhatikan sesuatu apalagi
yang sifatnya membosankan. Akan tetapi sebaliknya, si anak akan suka untuk
memperhatikan hal-hal yang menarik serta menyenangkan.
- Karakter Semangat belajar yang tinggi. ketika si
anak sedang mempelajari suatu hal, mereka akan sangat bergairah untuk
terus menekuninya dan mereka senang pula melakukan berbagai aktifitas yang
membuat perubahan baru dalam dirinya. Misalkan, mereka jadi bisa mewarnai
dan bernyanyi. Maka si anak akan mengerjakan hal tersebut secara berulang-ulang
karena si anak merasakan ada perubahan dalam dirinya dari yang semula tidak
bisa menjadi bisa.
- Karakter Semakin menunjukkan minat terhadap teman.
Anak-anak yang akan bersosialisasi dengan teman - teman sebayanya
cenderung mulai mempunyai kemampuan untuk bekerja sama dan berhubungan
dengan teman-temannya. contohnya dengan meminjamkan mainannya ata berbagi
makanan yang ia punya dengan temanya atau orang lain.
Dengan memahami dan mengerti karakteristik-karakteristik
umum yang dipunyai oleh anak, tentunya ibu dan ayah tidak akan salah lagi
menanggapi si kecil yang semula cenderung sulit dipahami dan serba salah dalam
menanganinya. Orang tua tidak perlu terlalu banyak melarang - larang dan
mengekang terhadap anak untuk berekspresi karena dengan merusak atau mengotori
sesuatu, maka disitulah kecerdasan mereka mulai berkembang. Jika orang tua
terlalu sering mencegah bahkan memarahi, maka kecerdasan si kecil akan
terhambat.







0 comments:
Post a Comment