Pages

Saturday, September 6, 2014

Memahami Karakteristik Anak - Anak pada Usia Dini


Tingkah laku anak pada usia dini memang itu tidak bisa ditolak lagi terkadang sangat sulit untuk di mengerti dan dipahami. Hal – hal yang demikian tersebut acap kali membuat orang tua utamanya para  ibu merasa kesal dan salah kaprah dalam menangani perilaku anak nya. Padahal, seharusnya orang tua terutama para ibu bisa mengerti dan memahami karakteristik anak agar dapat menanggapinya dengan cara yang tepat sehingga tidak memberikan dampak negatif pada psikologi anak.
Oleh sebab itu , berikut ini adalah beberapa karakteristik umum yang dimiliki oleh anak – anak pada usia dini:

  • Karakter Unik. karakter yang dipunyai oleh anak adalah berbeda-beda dan mempunyai ciri khas sendiri - sendiri yang meliputi bawaan, minat, kapabilitas, dan latar belakang.
  • Karakter Egosentris. Anak tersebut mempunyai keegoan yang terlalu tinggi. Hal tersebut bisa tunjukan atau dibuktikan dengan sikap anak yang cenderung memahami atau mengerti dan memperhatikan suatu hal hanya dari sudut pandang kepentingan sendiri saja.
  • Karakter Aktif dan energik. Anak pada usia dini lazimnya sangat senang sekali melakukan berbagai hal aktifitas. Si anak seakan - akan tidak pernah merasa lelah, tidak pernah merasakan bosan, dan tidak pernah berhenti untuk beraktifitas kecuali  pada saat si anakn tertidur.
  • Karakter Rasa ingin tahu yang kuat. Anak – anak pada umumnya selalu mempunyai rasa keingin tahu yang tinggi dan antusias atau agresif terhadap banyak hal terutama terhadap hal-hal yang baru. di saat si anak sedang ingin mengetahui akan suatu hal, si anak  akan selalu menanyakan hal tersebut dan selalu mengaitkan pembicaraannya dengan hal tersebut.
  • Karakter Eksploratif dan berjiwa petualang. Dengan berangi dengan rasa ingin tahu yang kuat, anak akan lazim senang sekali menjelajah, bermain kesana kemari, membongkar pasang mainan yang baru dibelinya, mencoret-coret dinding, dan sebagainya.
  • Karakter Spontan. Perilaku atau tingkah laku  dan sikap yang dicerminkan oleh anak itu pada dasarnya adalah sikap asli mereka tanpa di rekayasa. Sehingga, acap kali kita sebagai orang tua menjumpai anak-anak berbicara ceplas-ceplos tanpa kendali dan merefleksikan apapun yang ada dalam hati dan pikiran mereka.
  • Karakter Senang dan kaya dengan fantasi. Si anak biasanya menyukai terhadap sesuatu hal-hal yang sifatnya imajinatif seperti contohnya cerita dongeng. Mereka tidak akan hanya suka untuk mendengarkan orang lain ketika bercerita, tetapi mereka juga senang bercerita kepada orang lain.
  • Karakter Mudah frustasi. seandainya ada sesuatu hal yang tidak cocok dengan keinginannya atau membuat dia merasakan tidak puas, maka dia akan kecewa dan meluapkannya dengan menangis atau marah-marah.
  • Karakter Kurang pertimbangan. ketika melakukan suatu hal,si anak tidak akan dapat mempertimbangkan apakah sesuatu itu berbahaya atau tidak berbahaya bagi dirinya maupun bagi orang lain. Contohnya ketika si anak  bermain dengan benda-benda yang tajam, mereka akan cenderung tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya kalau benda yang sedang dimainkannya itu berbahaya untuk dirinya.
  • Karakter Daya perhatian yang pendek. Anak biasanya tidak akan bisa betah untuk duduk berlama-lama untuk memperhatikan sesuatu apalagi yang sifatnya membosankan. Akan tetapi sebaliknya, si anak akan suka untuk memperhatikan hal-hal yang menarik serta menyenangkan.
  • Karakter Semangat belajar yang tinggi. ketika si anak sedang mempelajari suatu hal, mereka akan sangat bergairah untuk terus menekuninya dan mereka senang pula melakukan berbagai aktifitas yang membuat perubahan baru dalam dirinya. Misalkan, mereka jadi bisa mewarnai dan bernyanyi. Maka si anak akan mengerjakan hal tersebut secara berulang-ulang karena si anak merasakan ada perubahan dalam dirinya dari yang semula tidak bisa menjadi bisa.
  • Karakter Semakin menunjukkan minat terhadap teman. Anak-anak yang akan bersosialisasi dengan teman - teman sebayanya cenderung mulai mempunyai kemampuan untuk bekerja sama dan berhubungan dengan teman-temannya. contohnya dengan meminjamkan mainannya ata berbagi makanan yang ia punya dengan temanya atau orang lain.
Dengan memahami dan mengerti karakteristik-karakteristik umum yang dipunyai oleh anak, tentunya ibu dan ayah tidak akan salah lagi menanggapi si kecil yang semula cenderung sulit dipahami dan serba salah dalam menanganinya. Orang tua tidak perlu terlalu banyak melarang - larang dan mengekang terhadap anak untuk berekspresi karena dengan merusak atau mengotori sesuatu, maka disitulah kecerdasan mereka mulai berkembang. Jika orang tua terlalu sering mencegah bahkan memarahi, maka kecerdasan si kecil akan terhambat.


0 comments:

Post a Comment