Friday, September 12, 2014
Malaikat Kecil ku Terenggut Kanker Part 4
Kemudian setelah saya sampai di RS Cipto Mangunkusumo di Cikin, saya pun bergegas menuju poli mata, setelah melalui proses pendaftaran , sebelumnya mengambil nomor antrian, setelah di panggil di bagian pendaftaran , setelah di daftar kemudian saya di suruh naik ke lantai 2, kemudain di lantai 2 anak saya di data di masukan ke dalam rekam medis, yang sebelumnya biasa mengantri dulu menunggu untuk di panggil, setelah di data kemudian saya di suruh untuk menunggu untuk di panggil oleh dokter.
Setelah menunggu beberapa saat giliran anak saya di panggil dokter untuk di periksa, setelah di periksa oleh dokter , serta membawa surat pengantar dari dokter Haryono di Batam, dokter pun memberitahukan hasil pemeriksaan, bahwa anak saya harus menjalani kemoterapi untuk membunuh sel - sel kanker di mata dan kemudain menjalani proses operasi, yang mana untuk menjalani proses tersebut butuh biaya yang sangat besar, dan dari dokter menyarankan untuk mengurus SKTM ( surat keterangan tidak mampu ) atau Jankesmas sesuai KTP karena saya tidak mempunyai jaminan asuransi, dan juga saya di suruh untuk mencarikan kamar di Gedung B di RSCM untuk anak saya untuk menjalani proses kemoterapi, tidak gampang dan memang susah untuk mendapatkan kamar di RSCM harus harus mendaftar ke daftar antrian terlebih dahulu, setelah ada kamar kosong baru kita di panggil. saya pun di kemudian pulang dan tinggal menunggu pangilan dari RSCM.
Saya pun sangat kawatir dengan keadaan anak saya yang mana kankernya sudah mulai keluar menutupi mata dan sudah terlihat menonjol, yang mana proses pembesara kanker itu anak saya sekitar 2 hari menangis trus tak tega rasanya melihat anak saya menderita seperti itu, pada waktu itu saya berharap agar penyakit tersebut jangan di timpakan kepada anak saya biarlah saya yang menangung penyakit tersebut. setelah menunggu kira - kira 2 hari saya pun di telpon dari pihak RSCM bahwa ada kamar kosong, saya pun bergegas menuju RSCM bersama istri dan anak saya. setelah sampai di RSM dan mendapatkan kamar di bagian khusus kemoterapi Kanker mata, di situ ada 6 tempat tidur khusus anak kemoterapi, dan di situ ada 2 orang yang nasibnya sama dengan anak saya, kami pun cepat dekat dengan mereka karena memiliki nasib yang sama.
Tetapi sebelum di kemoterapi banyak sekali proses pemeriksaaan yang harus di lalui kalau tidak salah waktu itu hingga kira - kira 20 hari baru anak saya di kemoterapi karena banyaknya proses pemeriksaan yang harus di jalani RSCM. dan harus bolak balik jakarta bogor setiap hari. kerena keadaan anak saya yang kenker nya sudah mulai keluar menutupi mata, dan tidak mungkin harus naik kereta setiap hari menuju RSCM, yang mana pernah suatu saat keadaan mata anak saya sudah menonjol saya naik kereta bersama anak dan istri saya, jadi setiap di pemberhentian stasiun kereta itu pintu kereta selalu terbuka untuk keluar masuk penumpang dan anak saya selalu menangis minta keluar kerena keadaan kereta yang berjejal dengan penumpang-penumpang lain, ibarat ikan yang dimasukan ke dalam kardus bertumbuk tidak karuan, akhirnya besoknya saya memutuskan untuk meminjam mobil. kemudian saya di pinjamin mobil Panter milik Pembina Pondok Pesantren Nurul Iman LDII di Bogor, untuk di pakai bolak balik setiap hari untuk memriksakan anak saya, tapi setelah beberapa minggu meminjam rasanya tak enak harus meminjam terus, tiba - tiba ada malaikat penolong namanya pa Budi yang meminjamkan mobilnya untuk di pakai setiap hari hingga sembuh katanya, karena kebetulan Pa Budi mempunyai mobil lebih dari satu, saya pun bersyukur Alahdulilah..
Kemudian saya memutuskan untuk pulang ke Batam sendirian untuk mengurus SKTM atau Jankesmas, kemudian saya menuju ke Kelurahaan tempat saya tinggal, saya langsung ke rumah pegawai kelurahan yang menangani bagain pengurusan Jankesmas, sesuai arahan dari pegawai kelurahan tersebut bahwa Janskesmas itu ada kuwotanya, dan kuwotanya sudah habis saya pun di sarankan untuk mengurus SKTM, sesuai arahan dari pegawai kelurahan tersebut saya harus minta surat dari RT dan RW dan kemudian di bawa ke kelurahan untuk di buatkan surat SKTM yang mana harus mendapat tanda tangan dari kecamatan, setelah mendapat surat dari kelurahan dan saya pun menuju kecamatan untuk mendapatkan tanda tangan, setalah mendapat tanda tangan dari kecamatan.
setelah proses tersebut selesai sesuai arahan dari pegawai kelurahan bahwa saya haru ke Dinas Kesehatan di Sekupang. setelah sampai di Dinas Kesehatan saya bahwa SKTM adalah dana dari propinsi jika dana masih ada saya bisa mendapat bantuan, dan prosesnya harus ada surat keterangan tidak mampu dari kelurahan serta surat hasil rekamedis mulai dari puskesmas dan RSUD.
kemudain saya pun bergegas menuju puskesmas untuk mendapatkan surat tersebut , kemudain saya pun minta surat tersebut tetapi di bagian pemeriksaan agar anaknya harus di bawa , saya bilang si anak sudah berada di Bogor dan sekarang sedang menjalani proses pemeriksan di RSCM tidak mungkin jika dibawa, saya hanya bisa menunjukan foto terakhir anak saya, akhirnya saya dapet juga surat tersebut dari puskesmas, saya pun menuju RSUD, di RSUD Batam sempat susah untuk mendapatkan surat rekomendasi dari dokter RSUD tersebut, karena si anak harus di bawa dan di periksa terlebih dahulu, saya pun momohon kepada dokter untuk mendapatkan surat rekomedasi tersebut, dokter tidak mau membrikan surat tersebut, saya pun tetap berjuang agar dapat surat tersebut, dengan momohon dan saya tidak mau keluar biar pun dokter tersebut menyuruh saya keluar, tatapi saya harus mendapatkan surat tersebut demi pengobatan dan kesembuhan anak saya..akhirnya dokter pun memberikan surat tersebut alhadulillah..........
Bersambung ke Part 5
Labels:
kanker,
retina blastoma,
sktm
Monday, September 8, 2014
Malaikat Kecil ku Terenggut Kanker Part 3
Setelah Anakku Hafidz berumur kira - kira 1,5 lahirlah anak laki - laki ke dua saya atau adik Hafidz kemudian saya beri nama Al Ilman Syahdan, meskipun sebelumnya ketika umur kehamilan 8 bulan istriku merasa ada tanda - tanda kelahiran, kemudian saya membawa istri saya ke RS Harapan Bunda Batam, ketika di periksa oleh dokter di RS tersebut dokter berkata bahwa anak ke dua ini tidak mungkin dapat melahirkan dengan normal dan harus di cesar kembali, karena menurut penelitian di dunia 90% , jika jarak kelahiran anak di bawah 2 tahun dengan anak sebelumnya yang mana anak sebelumnya adalah cesar maka jika di paksakan maka akan terjadi resiko meninggal dunia pada sang bayi, itu menurut perkataan dokter di RS tersebut. Tapi saya lebih percaya dengan kuasa Allah , jika Allah menghendaki proses kelahiranya normal maka terjadilah, oleh sebab itu saya hanya pasrah kepada Allah dan berdoa supaya anak ke dua saya bisa lahir dengan normal amin.... Tapi setelah di tunggu selama 2 hari ternyata istriku belum ada tanda - tanda melahirkan dan kondisinya juga sudah membaik, dan akhirnya saya membawa pulang istri saya. pada suatu hari saya berbincang - bincang dengan sesama rekan guru di sekolah yang mana dia menyarakan untuk coba di bawa ke ahli urut kandungan supaya di betulkan posisi bayi, yang mana teman saya bilang tukang urut kandungan tersebut orangnya udah pengalaman dan ahli. kemudian saya membawa istri saya pergi ke tukan urut kandungan tersebut, di sana istri saya cuma di pegang-pegan perutnya dengan perlahan dan istri saya bilang orangnya memang udah ahli karena di urutnya tidak merasa sakit dan perutnya terasa lebih enakan, dan tukan urut bilang posisi bayi udah bagus dan bisa lahir normal katanya, saya berucap syukur alhadulilah mudah-mudah bisa lahir normal amin...setelah menungu beberapa hari akhirya istriku merasa seperti mau melahirkan dia bolak balik kencing ke kamar mandi, akhirnya saya membawa sitriku ke Bidan Pulina Di Batam, dan langsung di tangani oleh bidan tersebut, dan ternyata sudah terjadi pembukaan 4, kemudian setelah menunggu setelah 5 jam akhirnya alhadulilllah lahirlah anak ke dua saya dengan normal, alhadulillah kuasa Allah bisa lahir dengan normal meskipun dokter RS Harapan Bunda mustahil untuk lahir dengan normal karena jarak minimal harus 2 tahun dengan anak sesudahnya.
Setelah Anak ke dua saya Al Ilman berumur 3 bulan, saya melihat mata kanan anak saya pertama yaitu Hafidz terlihat bola mata hitamnya mulai membesar, saya pun bertambah kawatir, dan saya memutuskan untuk sementara anak - anak dan istri saya tinggal di Bogor untuk dan saya setiap sebulan sekali pulang ke Bogor untuk memeriksakan keadaan mata anak saya ke RS, pertama - tama saya memeriksakan mata anak saya ke RS Karya Bakti di Bogor, setelah dokter di RS tersebut malakukan pemeriksaan , dokter RS tersebut berkata bahwa Hafidz memang positip terkena kanker mata atau Retina Blastom, saya pun tak kuasa menahan kesedihan dan bercucuran air mata atas apa yang menimpa terhadap anak saya dan saya juga menunjukan surat pengantar dari dokter Haryono di Batam, dan dokter RS Karya Bakti pun menyuruh untuk segera membawa ke RS Mata Aini di Jakarta.
Ke esokan harinya saya berdua bersama Anak saya Hafidz pergi ke RS Mata Aini, saya berangkat dari rumah pagi hari menuju Stasiun Kereta di Bogor, dari sana saya naik Comutter Line jurusan Bogor - Tanah Abang, saya harus berdesak - desakan bersama penumpang lain yang kebanyakan hendak berangkat ke kantor untuk berebut tempat duduk, saya pun tidak kebagian tempat duduk , saya pun harus berdiri bergelantungan satu tangan memeggang pegangan dan tangan satunya mengendong anak, sungguh berat perjuangan naik CL atau comutter line, tapi saya tetap semangat demi pengobatan anak tercinta saya Hafidz sayang, tapi ketika hendak memasuki stasiun Cilebut ada penumpang laki - laki yang kasihan melihat saya harus bergelantungan dan mengendong anak, dia pun memberikan tempat duduknya kepada saya, "terima kasih banyak mas" saya ucapkan kepada orang tersebut.
Setelah kira - kira satu jam sampailah kereta di Stasiun Karet, saya pun turun bersama anak saya di stasiun tersebut, kemudian saya menuju RS Mata Aini naik ojek, setelah sampai di RS Aini saya lansung mendaftar ke bagian anak, dan setelah tiba giliran anak saya untuk di periksa oleh seorang dokter perempuan saya lupa namanya, dokter tersebut mengatakan ini segera harus di lakukan kemo terapi dan kemudian di oprasi mata kananya, kemudian saya pun berkata kepada dokter " apa kira - kira tidak ada cara lain supaya matanya anak saya tetap ada tidak perlu di operasi, karena saya tetap tidak bisa membayangkan jika anak saya harus hidup dengan satu mata" Dokter pun mengatakan kepada saya " Bapak jangan memikirkan dengan keadaan mata anak bapak, yang bapak pikirkan adalah nyawa anak bapak karena ini sudah terlambat udah setadium 3" saya pun kembali berlinang air mata sambil memandangin anak saya. Dan dokter menyarankan untuk membawa ke RS Cipto Mangunkusumo di jakarta karena di RS Mata Aini peralatanya tidak bisa menangani kondisi mata anak saya saat itu, saya pun langsung bergegas ke RS Cipto dengan naik taksi.......
Sunday, September 7, 2014
Malaikat Kecil ku Terenggut Kanker Part 2
Setelah apa yang telah di sampaikan oleh Dokter Haryono bahwa Anak ku tercinta telah terkena kanker mata atau Retina Blastoma, serasa ini lah cobaan terberat dalam hidup ku, tak dapat ku bayangkan anak ku akan ke hilangan 1 mata, dia harus menjalani hidup mugkin dia nanti merasa minder bergaul dengan teman - temanya yang normal dan mungkin dia akan minder karena di ejek sama teman-temanya, tak dapat saya bayangkan jika situasi itu terjadi pada anak ku.
Menurut Dokter Haryono pemicu adanya kanker bisa terjadi kerena faktor genetik atau faktor makanan. Jika berdasarkan faktor genetik bibi saya pernah terkena kanker rahim dan akhirnya bibi saya tidak tertolong kemudian meninggal, meskipun berbagai usaha telah di lakukan dari berobat Medis dan terapi tapi tidak berhasil juga. Jika berdasarkan faktor makanan memang istri saya ssemasa hidupnya dari sebelum menikah hingga menikah senang sekali jajan keluar, seperti jajan siomae, bakso, batagor dll. yang mana sudah menjadi rahasia umum bahwa makan - makan tersebut banyak sekali menggunakan bahan pengawet yang dapat memicu timbulnya penyakit kanker.
Akhirnya karena saya tidak akan sanggup jika anak ku harus di operasi dan mata kanan harus di ambil dan hanya memiliki 1 mata normal, kerena menurut dokter Haryono jika terlambat tidak di lakukan operasi bisa menjelar ke mata kirinya dan dua matanya bisa terkena kenker, dan juga jika terlambat kenker itu akan membesar keluar menutupi mata. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif untuk kesembuhan anak saya, saya pun pergi ke pengobatan alternatif di Batam, dan menurut ahli alterantif katanya bukan kanker,hanya terkena sakit mata bisa dan saya sedikit bernafas lega mudah - mudahan apa yang di katakan ahli alternatif benar dan yang di katakan dokter Haryono salah, dan dari pihak alternatif hanya memberikan obat mata saja. dan saya kemudian secara rutin meneteskan obat mata tersebut secara rutin dan akhirya, mata merahnya hilang kembali normal.
Setelah kira - kira 1 bulan saya melihat ada perubahan pada mata kanan anak saya, bola mata hitamnya tampak membesar , saya pun mulai kawatir jangan - jangan apa yang di katakan oleh dokter Haryono benar dan yang di katakan dari pihak alterlatif salah. saya pun tetap mencoba untuk pergi ke alternatif lain jika memang benar anak saya terkena kanker atau Retina Blastoma, saya sangat berharap anak saya tetap utuh memiliki 2 mata, karena jika di operasi anak saya akan kehilangan 1 matanya. dan dari pihak alternatif lain pun menawarkan obat yang lumayan mahal 1 ramuan harganya berkisar 1,5jt dan di konsumsi selama 1 bulan,.dalam hati saya merasa kurang yakin jika ramuan itu bisa menyembuhkan anak saya dan juga harga obat yang terbilang mahal , saya pun mengurungkan niat untuk membeli obat tersebut.
Pada suatu saat ada saudara yang menyarankan kanker mata bisa di obati dengan darah belut sawah, karena di Batam susah sekali mendapatkan belut sawah karena dengan kondisi geografis Pulau Batam adalah tanahnya berpasir jadi jarang sawah di Batam bisa terbilang langka..hanya daerah terentu saja atau padi tertentu saja yang bisa tumbuh. kemudian saya ada kesempatan untuk pulang ke Bogor, di Bogor saya bisa mendapatkan belut sawah dengan mudah, ada saudara saya yang dengan sengan hati mencarikan dan memberikan belut sawah itu untuk pengobatan anak saya. saya pun rutin meneteskan darah belut ke mata kanan anak saya. saya di bantu ibu mertua saya meneteskan darah belut ke mata anak saya, maklum anak masih dibawah umur 2 tahun harus dipegang tangan dan kakinya agar tidak bergerak dan bisa di tetesin darah tersebut ke mata.
Sebelumya saya di Batam bekerja di sebuah Perusahana subkontraktor pembuatan kapal, saya bertugas sebagai pengawas lapangan, waktu itu ada Om saya juga yang menawarkan saya sebagai Guru komputer di sebuah Sekolah Dasar yaitu SDN 005 Bengkong Batam sebagai guru Les, sebelumya saya pernah bilang ke Om saya bahwa kerja sebagai pengawas harus siap berjemur dengan terik matahari, dan juga gaji nya bisa di bilang kecil, itulah makanya Om saya menawarkan untuk sembari mengajar sebagai guru les Komputer untuk menambah penghasilan dan juga pendidikan terahir saya pun D3 komputer jadi saya memutuskan untuk mengambil kesempatan ini, setalah waktu berjalan kira 1-2 minggu saya merasa nyaman dan enjoy sebagai guru Les, saya pun memutuskan untuk keluar kerja dari perusahan subkontraktor tersebut. dan beberapa minggu kemudian ada teman saya yang menawarkan untuk join buka warnet. saya pun akhirnya buka warnet bersama teman saya. setelah selesai mengajar pulang jam dua siang saya kemudian melanjutkan aktifitas untuk menjaga warnet bergantian dengan teman saya.
Terkadang sembari jaga warnet saya mengajak anak saya Hafidz , dan anak saya pun suka sekali dengan komputer. ada harapan mudah - mudahan kelak besar anak saya bisa menjadi programer atau pun sebagai ahli dalam bidang komputer.
Bersambung ke Part 3
Saturday, September 6, 2014
Malaikat Kecil ku Terenggut Kanker Part 1
Telah lahir ke dunia ini seorang malaikat kecil ku bernama Hafidz Pratama Hidayat, lahir pada tanggal 20 Juli 2009, kisa ini ber mula ketika waktu itu saya mencari pekerjaan ke Batam, saya terpaksa meninggalkan istri yang sedang hamil 3 bulan untuk mencari rejeki ke Pulau Batam..dan ketika menginjak usia ke hamilan 9 bulan, pada waktu itu saya di telpon oleh keluarga di bogor bahwa istriku merasakan akan segera melahirkan dan saya memeutuskan untuk segera pulang ke Bogor untuk melihat calon anak ku yang akan segera lahir. saya mengambil penerbangan pagi hari dari bandara Hang Nadim Batam sekitar jam 7 pagi hari, dan tiba di bandara Sukarno Hatta sekitar pukul 9 pagi, saya langsung naik bis Damri menuju rumah di Bogor, sesampai di rumah tiba - tiba istriku mengalami pendarahan, saya langsung pergi ke Rumah Sakit Karya Bakti di Bogor..sesampai di rumah karya bakti ternyata kamar untuk bersalin sudah penuh..kemudian saya memeutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit PMI di Bogor..sesampai di PMI sudah hampir Magrib, dan ternyata di RS PMI juga kamar untuk bersalin sudah penuh juga, saya sangat binggung waktu itu karena melihat istriku yang banyak mengeluarkan darah dan terlihat sangat pucat dan lemah..kemudian saya memeutuskan untuk membawa istri saya pulang ke rumah.
Dan sampai di rumah saya menghubungi melalui telpon bidan tempat biasa istri saya melakukan cek up rutin kehamilanya, Ibu bidan kemudian memberikan surat rujukan ke RS Atang Sanjaya di Semplak Kab. Bogor ..kemudian saya membawa istri saya ke rumah sakit tersebut, sesampi di rumah sakit kemudain di periksa oleh dokter, dan ternyata istri saya harus di operasi cesar karena ari - ari menutupi mulut rahin atau Plasenta Pravia. Setelah selesai operasi saya di suruh oleh dokter untuk melihat anak saya..dan ini lah pertama kali saya menjadi seorang ayah, kemudian saya mengadzani anak saya dan saya beri nama Hafidz Pratama Hidayat.
saya melihat di bola mata kanan anak saya ada semacam bulatan kecil bening seperti kaca..tapi kami tidak ada kecurigaan sedikitpun tetang adanya suatu awal mula tumbuhnya penyakit kanker mata atau Retina Blastoma.
Dan sampai di rumah saya menghubungi melalui telpon bidan tempat biasa istri saya melakukan cek up rutin kehamilanya, Ibu bidan kemudian memberikan surat rujukan ke RS Atang Sanjaya di Semplak Kab. Bogor ..kemudian saya membawa istri saya ke rumah sakit tersebut, sesampi di rumah sakit kemudain di periksa oleh dokter, dan ternyata istri saya harus di operasi cesar karena ari - ari menutupi mulut rahin atau Plasenta Pravia. Setelah selesai operasi saya di suruh oleh dokter untuk melihat anak saya..dan ini lah pertama kali saya menjadi seorang ayah, kemudian saya mengadzani anak saya dan saya beri nama Hafidz Pratama Hidayat.
saya melihat di bola mata kanan anak saya ada semacam bulatan kecil bening seperti kaca..tapi kami tidak ada kecurigaan sedikitpun tetang adanya suatu awal mula tumbuhnya penyakit kanker mata atau Retina Blastoma.
Setelah menginjak umur 3 bulan saya membawa anak saya ke Batam, kemudain kami tinggal bersama anak dan istri saya, suatu ketika anak saya berusia 4 bulan pada hari minggu sore saya mengajak anak dan istri saya jalan - jalan ke Golden Pron tempat wisata pinggir pantai di kota Batam, dengan mengendarai sepeda motor kami bertiga jalan - jalan menikmati pemandangan pantai ..setelah puasa dan juga menjelang magrib kami pulang ke rumah,
Ke esokan harinya tiba - tiba mata kanan anak saya terlihat merah, mungkin karena terkena debu ketika jalan - jalan kemarin ke pinggir pantai..jadi saya pikir ini hal biasa nanti juga sembuh. setelah 2 hari mata anak saya tetap memerah kemudian saya membawa anak saya ke Klinik, sesampai di klinik dan dokter menyarankan untuk membawa anak saya ke spesialist mata karena menurut dokter mataya rada terlihat menonjol jadi spesialist mata yang bisa menangani. kemudian hari itu juga saya membawa anak saya ke Dokter spesialist mata, saya masih ingat nama dokter itu yaitu Dokter Haryono.
Setelah mengantri akhirnya giliran anak saya yang di di panggil oleh dokter untuk di periksa, kemudian dokter memeriksa mata anak saya menggunakan alat khusus periksa mata, Dokter Haryono mengeleng - gelengkan kepala, saya tidak tahu makan dari gelengan kepala Dokter Haryono tersebut. setelah selesai pemeriksaan Dokter menjelaskan dari hasil pemeriksaan tersebut, kata Dokter Haryono anak saya terkena penyakit Retina Blastoma atau kanker mata dan harus di oprasi mata anak saya ( matanya di ambil)!!! seolah - olah seperti tersambar petir yang mengeleggar!!!!!!, sontak saya tak bisa menahan air mata saya keluar bercucuran sambil memeluk dan menciumi anak saya. kata dokter Haryono dari Retina Blastoma bisanya menyerang anak balita dan dari 30rb anak balita satu yang terkena Retina Blastoma. pada saat itu saya hanya bisa berserah kepada Allah, semua datang dari Allah dan saya kembalikan ke pada Allah sambil mengucap " inalilahi wa inailaihi rojiun Allah humajurni fi musibati wa ahlihi khoirum min ha".
kemudian Dokter Haryono memberikan surat pengantar rujukan untuk di tangani di RS Mata Aini di Jakarta dan juga dokter tidak mengenakan biaya pemeriksaan..Makasih Dokter Haryono.........
Bersambung ke Part 2
Memahami Karakteristik Anak - Anak pada Usia Dini
Tingkah laku anak pada usia dini memang itu tidak bisa
ditolak lagi terkadang sangat sulit untuk di mengerti dan dipahami. Hal – hal yang
demikian tersebut acap kali membuat orang tua utamanya para ibu merasa kesal dan salah kaprah dalam
menangani perilaku anak nya. Padahal, seharusnya orang tua terutama para ibu bisa
mengerti dan memahami karakteristik anak agar dapat menanggapinya dengan cara
yang tepat sehingga tidak memberikan dampak negatif pada psikologi anak.
Oleh sebab itu , berikut ini adalah beberapa
karakteristik umum yang dimiliki oleh anak – anak pada usia dini:
- Karakter Unik. karakter yang dipunyai
oleh anak adalah berbeda-beda dan mempunyai ciri khas sendiri - sendiri
yang meliputi bawaan, minat, kapabilitas, dan latar belakang.
- Karakter Egosentris. Anak tersebut
mempunyai keegoan yang terlalu tinggi. Hal tersebut bisa tunjukan atau dibuktikan
dengan sikap anak yang cenderung memahami atau mengerti dan memperhatikan
suatu hal hanya dari sudut pandang kepentingan sendiri saja.
- Karakter Aktif dan energik. Anak pada usia dini
lazimnya sangat senang sekali melakukan berbagai hal aktifitas. Si anak
seakan - akan tidak pernah merasa lelah, tidak pernah merasakan bosan, dan
tidak pernah berhenti untuk beraktifitas kecuali pada saat si anakn tertidur.
- Karakter Rasa ingin tahu yang kuat. Anak – anak pada umumnya
selalu mempunyai rasa keingin tahu yang tinggi dan antusias atau agresif
terhadap banyak hal terutama terhadap hal-hal yang baru. di saat si anak
sedang ingin mengetahui akan suatu hal, si anak akan selalu menanyakan hal tersebut dan
selalu mengaitkan pembicaraannya dengan hal tersebut.
- Karakter Eksploratif dan berjiwa petualang. Dengan berangi dengan rasa ingin tahu yang kuat, anak akan lazim
senang sekali menjelajah, bermain kesana kemari, membongkar pasang mainan
yang baru dibelinya, mencoret-coret dinding, dan sebagainya.
- Karakter Spontan. Perilaku
atau tingkah laku dan sikap yang
dicerminkan oleh anak itu pada dasarnya adalah sikap asli mereka tanpa di
rekayasa. Sehingga, acap kali kita sebagai orang tua menjumpai anak-anak
berbicara ceplas-ceplos tanpa kendali dan merefleksikan apapun yang ada
dalam hati dan pikiran mereka.
- Karakter Senang dan kaya dengan fantasi. Si anak
biasanya menyukai terhadap sesuatu hal-hal yang sifatnya imajinatif seperti
contohnya cerita dongeng. Mereka tidak akan hanya suka untuk mendengarkan
orang lain ketika bercerita, tetapi mereka juga senang bercerita kepada
orang lain.
- Karakter Mudah frustasi. seandainya ada sesuatu hal
yang tidak cocok dengan keinginannya atau membuat dia merasakan tidak
puas, maka dia akan kecewa dan meluapkannya dengan menangis atau
marah-marah.
- Karakter Kurang pertimbangan. ketika melakukan suatu
hal,si anak tidak akan dapat mempertimbangkan apakah sesuatu itu berbahaya
atau tidak berbahaya bagi dirinya maupun bagi orang lain. Contohnya ketika
si anak bermain dengan benda-benda yang
tajam, mereka akan cenderung tidak mau mendengarkan perkataan orang tuanya
kalau benda yang sedang dimainkannya itu berbahaya untuk dirinya.
- Karakter Daya perhatian yang pendek. Anak biasanya tidak akan
bisa betah untuk duduk berlama-lama untuk memperhatikan sesuatu apalagi
yang sifatnya membosankan. Akan tetapi sebaliknya, si anak akan suka untuk
memperhatikan hal-hal yang menarik serta menyenangkan.
- Karakter Semangat belajar yang tinggi. ketika si
anak sedang mempelajari suatu hal, mereka akan sangat bergairah untuk
terus menekuninya dan mereka senang pula melakukan berbagai aktifitas yang
membuat perubahan baru dalam dirinya. Misalkan, mereka jadi bisa mewarnai
dan bernyanyi. Maka si anak akan mengerjakan hal tersebut secara berulang-ulang
karena si anak merasakan ada perubahan dalam dirinya dari yang semula tidak
bisa menjadi bisa.
- Karakter Semakin menunjukkan minat terhadap teman.
Anak-anak yang akan bersosialisasi dengan teman - teman sebayanya
cenderung mulai mempunyai kemampuan untuk bekerja sama dan berhubungan
dengan teman-temannya. contohnya dengan meminjamkan mainannya ata berbagi
makanan yang ia punya dengan temanya atau orang lain.
Dengan memahami dan mengerti karakteristik-karakteristik
umum yang dipunyai oleh anak, tentunya ibu dan ayah tidak akan salah lagi
menanggapi si kecil yang semula cenderung sulit dipahami dan serba salah dalam
menanganinya. Orang tua tidak perlu terlalu banyak melarang - larang dan
mengekang terhadap anak untuk berekspresi karena dengan merusak atau mengotori
sesuatu, maka disitulah kecerdasan mereka mulai berkembang. Jika orang tua
terlalu sering mencegah bahkan memarahi, maka kecerdasan si kecil akan
terhambat.
Subscribe to:
Posts (Atom)










