Friday, September 12, 2014
Malaikat Kecil ku Terenggut Kanker Part 4
Kemudian setelah saya sampai di RS Cipto Mangunkusumo di Cikin, saya pun bergegas menuju poli mata, setelah melalui proses pendaftaran , sebelumnya mengambil nomor antrian, setelah di panggil di bagian pendaftaran , setelah di daftar kemudian saya di suruh naik ke lantai 2, kemudain di lantai 2 anak saya di data di masukan ke dalam rekam medis, yang sebelumnya biasa mengantri dulu menunggu untuk di panggil, setelah di data kemudian saya di suruh untuk menunggu untuk di panggil oleh dokter.
Setelah menunggu beberapa saat giliran anak saya di panggil dokter untuk di periksa, setelah di periksa oleh dokter , serta membawa surat pengantar dari dokter Haryono di Batam, dokter pun memberitahukan hasil pemeriksaan, bahwa anak saya harus menjalani kemoterapi untuk membunuh sel - sel kanker di mata dan kemudain menjalani proses operasi, yang mana untuk menjalani proses tersebut butuh biaya yang sangat besar, dan dari dokter menyarankan untuk mengurus SKTM ( surat keterangan tidak mampu ) atau Jankesmas sesuai KTP karena saya tidak mempunyai jaminan asuransi, dan juga saya di suruh untuk mencarikan kamar di Gedung B di RSCM untuk anak saya untuk menjalani proses kemoterapi, tidak gampang dan memang susah untuk mendapatkan kamar di RSCM harus harus mendaftar ke daftar antrian terlebih dahulu, setelah ada kamar kosong baru kita di panggil. saya pun di kemudian pulang dan tinggal menunggu pangilan dari RSCM.
Saya pun sangat kawatir dengan keadaan anak saya yang mana kankernya sudah mulai keluar menutupi mata dan sudah terlihat menonjol, yang mana proses pembesara kanker itu anak saya sekitar 2 hari menangis trus tak tega rasanya melihat anak saya menderita seperti itu, pada waktu itu saya berharap agar penyakit tersebut jangan di timpakan kepada anak saya biarlah saya yang menangung penyakit tersebut. setelah menunggu kira - kira 2 hari saya pun di telpon dari pihak RSCM bahwa ada kamar kosong, saya pun bergegas menuju RSCM bersama istri dan anak saya. setelah sampai di RSM dan mendapatkan kamar di bagian khusus kemoterapi Kanker mata, di situ ada 6 tempat tidur khusus anak kemoterapi, dan di situ ada 2 orang yang nasibnya sama dengan anak saya, kami pun cepat dekat dengan mereka karena memiliki nasib yang sama.
Tetapi sebelum di kemoterapi banyak sekali proses pemeriksaaan yang harus di lalui kalau tidak salah waktu itu hingga kira - kira 20 hari baru anak saya di kemoterapi karena banyaknya proses pemeriksaan yang harus di jalani RSCM. dan harus bolak balik jakarta bogor setiap hari. kerena keadaan anak saya yang kenker nya sudah mulai keluar menutupi mata, dan tidak mungkin harus naik kereta setiap hari menuju RSCM, yang mana pernah suatu saat keadaan mata anak saya sudah menonjol saya naik kereta bersama anak dan istri saya, jadi setiap di pemberhentian stasiun kereta itu pintu kereta selalu terbuka untuk keluar masuk penumpang dan anak saya selalu menangis minta keluar kerena keadaan kereta yang berjejal dengan penumpang-penumpang lain, ibarat ikan yang dimasukan ke dalam kardus bertumbuk tidak karuan, akhirnya besoknya saya memutuskan untuk meminjam mobil. kemudian saya di pinjamin mobil Panter milik Pembina Pondok Pesantren Nurul Iman LDII di Bogor, untuk di pakai bolak balik setiap hari untuk memriksakan anak saya, tapi setelah beberapa minggu meminjam rasanya tak enak harus meminjam terus, tiba - tiba ada malaikat penolong namanya pa Budi yang meminjamkan mobilnya untuk di pakai setiap hari hingga sembuh katanya, karena kebetulan Pa Budi mempunyai mobil lebih dari satu, saya pun bersyukur Alahdulilah..
Kemudian saya memutuskan untuk pulang ke Batam sendirian untuk mengurus SKTM atau Jankesmas, kemudian saya menuju ke Kelurahaan tempat saya tinggal, saya langsung ke rumah pegawai kelurahan yang menangani bagain pengurusan Jankesmas, sesuai arahan dari pegawai kelurahan tersebut bahwa Janskesmas itu ada kuwotanya, dan kuwotanya sudah habis saya pun di sarankan untuk mengurus SKTM, sesuai arahan dari pegawai kelurahan tersebut saya harus minta surat dari RT dan RW dan kemudian di bawa ke kelurahan untuk di buatkan surat SKTM yang mana harus mendapat tanda tangan dari kecamatan, setelah mendapat surat dari kelurahan dan saya pun menuju kecamatan untuk mendapatkan tanda tangan, setalah mendapat tanda tangan dari kecamatan.
setelah proses tersebut selesai sesuai arahan dari pegawai kelurahan bahwa saya haru ke Dinas Kesehatan di Sekupang. setelah sampai di Dinas Kesehatan saya bahwa SKTM adalah dana dari propinsi jika dana masih ada saya bisa mendapat bantuan, dan prosesnya harus ada surat keterangan tidak mampu dari kelurahan serta surat hasil rekamedis mulai dari puskesmas dan RSUD.
kemudain saya pun bergegas menuju puskesmas untuk mendapatkan surat tersebut , kemudain saya pun minta surat tersebut tetapi di bagian pemeriksaan agar anaknya harus di bawa , saya bilang si anak sudah berada di Bogor dan sekarang sedang menjalani proses pemeriksan di RSCM tidak mungkin jika dibawa, saya hanya bisa menunjukan foto terakhir anak saya, akhirnya saya dapet juga surat tersebut dari puskesmas, saya pun menuju RSUD, di RSUD Batam sempat susah untuk mendapatkan surat rekomendasi dari dokter RSUD tersebut, karena si anak harus di bawa dan di periksa terlebih dahulu, saya pun momohon kepada dokter untuk mendapatkan surat rekomedasi tersebut, dokter tidak mau membrikan surat tersebut, saya pun tetap berjuang agar dapat surat tersebut, dengan momohon dan saya tidak mau keluar biar pun dokter tersebut menyuruh saya keluar, tatapi saya harus mendapatkan surat tersebut demi pengobatan dan kesembuhan anak saya..akhirnya dokter pun memberikan surat tersebut alhadulillah..........
Bersambung ke Part 5
Labels:
kanker,
retina blastoma,
sktm
Subscribe to:
Post Comments (Atom)







0 comments:
Post a Comment