Sunday, September 7, 2014
Malaikat Kecil ku Terenggut Kanker Part 2
Setelah apa yang telah di sampaikan oleh Dokter Haryono bahwa Anak ku tercinta telah terkena kanker mata atau Retina Blastoma, serasa ini lah cobaan terberat dalam hidup ku, tak dapat ku bayangkan anak ku akan ke hilangan 1 mata, dia harus menjalani hidup mugkin dia nanti merasa minder bergaul dengan teman - temanya yang normal dan mungkin dia akan minder karena di ejek sama teman-temanya, tak dapat saya bayangkan jika situasi itu terjadi pada anak ku.
Menurut Dokter Haryono pemicu adanya kanker bisa terjadi kerena faktor genetik atau faktor makanan. Jika berdasarkan faktor genetik bibi saya pernah terkena kanker rahim dan akhirnya bibi saya tidak tertolong kemudian meninggal, meskipun berbagai usaha telah di lakukan dari berobat Medis dan terapi tapi tidak berhasil juga. Jika berdasarkan faktor makanan memang istri saya ssemasa hidupnya dari sebelum menikah hingga menikah senang sekali jajan keluar, seperti jajan siomae, bakso, batagor dll. yang mana sudah menjadi rahasia umum bahwa makan - makan tersebut banyak sekali menggunakan bahan pengawet yang dapat memicu timbulnya penyakit kanker.
Akhirnya karena saya tidak akan sanggup jika anak ku harus di operasi dan mata kanan harus di ambil dan hanya memiliki 1 mata normal, kerena menurut dokter Haryono jika terlambat tidak di lakukan operasi bisa menjelar ke mata kirinya dan dua matanya bisa terkena kenker, dan juga jika terlambat kenker itu akan membesar keluar menutupi mata. Tapi akhirnya saya memutuskan untuk melakukan pengobatan alternatif untuk kesembuhan anak saya, saya pun pergi ke pengobatan alternatif di Batam, dan menurut ahli alterantif katanya bukan kanker,hanya terkena sakit mata bisa dan saya sedikit bernafas lega mudah - mudahan apa yang di katakan ahli alternatif benar dan yang di katakan dokter Haryono salah, dan dari pihak alternatif hanya memberikan obat mata saja. dan saya kemudian secara rutin meneteskan obat mata tersebut secara rutin dan akhirya, mata merahnya hilang kembali normal.
Setelah kira - kira 1 bulan saya melihat ada perubahan pada mata kanan anak saya, bola mata hitamnya tampak membesar , saya pun mulai kawatir jangan - jangan apa yang di katakan oleh dokter Haryono benar dan yang di katakan dari pihak alterlatif salah. saya pun tetap mencoba untuk pergi ke alternatif lain jika memang benar anak saya terkena kanker atau Retina Blastoma, saya sangat berharap anak saya tetap utuh memiliki 2 mata, karena jika di operasi anak saya akan kehilangan 1 matanya. dan dari pihak alternatif lain pun menawarkan obat yang lumayan mahal 1 ramuan harganya berkisar 1,5jt dan di konsumsi selama 1 bulan,.dalam hati saya merasa kurang yakin jika ramuan itu bisa menyembuhkan anak saya dan juga harga obat yang terbilang mahal , saya pun mengurungkan niat untuk membeli obat tersebut.
Pada suatu saat ada saudara yang menyarankan kanker mata bisa di obati dengan darah belut sawah, karena di Batam susah sekali mendapatkan belut sawah karena dengan kondisi geografis Pulau Batam adalah tanahnya berpasir jadi jarang sawah di Batam bisa terbilang langka..hanya daerah terentu saja atau padi tertentu saja yang bisa tumbuh. kemudian saya ada kesempatan untuk pulang ke Bogor, di Bogor saya bisa mendapatkan belut sawah dengan mudah, ada saudara saya yang dengan sengan hati mencarikan dan memberikan belut sawah itu untuk pengobatan anak saya. saya pun rutin meneteskan darah belut ke mata kanan anak saya. saya di bantu ibu mertua saya meneteskan darah belut ke mata anak saya, maklum anak masih dibawah umur 2 tahun harus dipegang tangan dan kakinya agar tidak bergerak dan bisa di tetesin darah tersebut ke mata.
Sebelumya saya di Batam bekerja di sebuah Perusahana subkontraktor pembuatan kapal, saya bertugas sebagai pengawas lapangan, waktu itu ada Om saya juga yang menawarkan saya sebagai Guru komputer di sebuah Sekolah Dasar yaitu SDN 005 Bengkong Batam sebagai guru Les, sebelumya saya pernah bilang ke Om saya bahwa kerja sebagai pengawas harus siap berjemur dengan terik matahari, dan juga gaji nya bisa di bilang kecil, itulah makanya Om saya menawarkan untuk sembari mengajar sebagai guru les Komputer untuk menambah penghasilan dan juga pendidikan terahir saya pun D3 komputer jadi saya memutuskan untuk mengambil kesempatan ini, setalah waktu berjalan kira 1-2 minggu saya merasa nyaman dan enjoy sebagai guru Les, saya pun memutuskan untuk keluar kerja dari perusahan subkontraktor tersebut. dan beberapa minggu kemudian ada teman saya yang menawarkan untuk join buka warnet. saya pun akhirnya buka warnet bersama teman saya. setelah selesai mengajar pulang jam dua siang saya kemudian melanjutkan aktifitas untuk menjaga warnet bergantian dengan teman saya.
Terkadang sembari jaga warnet saya mengajak anak saya Hafidz , dan anak saya pun suka sekali dengan komputer. ada harapan mudah - mudahan kelak besar anak saya bisa menjadi programer atau pun sebagai ahli dalam bidang komputer.
Bersambung ke Part 3
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment