Pages

Saturday, September 6, 2014

Malaikat Kecil ku Terenggut Kanker Part 1

Telah lahir ke dunia ini seorang malaikat kecil ku bernama Hafidz Pratama Hidayat, lahir pada tanggal 20 Juli 2009, kisa ini ber mula ketika waktu itu saya mencari pekerjaan ke Batam, saya terpaksa meninggalkan istri yang sedang hamil 3 bulan untuk mencari rejeki ke Pulau Batam..dan ketika menginjak usia ke hamilan 9 bulan, pada waktu itu saya di telpon oleh keluarga di bogor bahwa istriku merasakan akan segera melahirkan dan saya memeutuskan untuk segera pulang ke Bogor untuk melihat calon anak ku yang akan segera lahir. saya mengambil penerbangan pagi hari dari bandara Hang Nadim Batam sekitar jam 7 pagi hari, dan tiba di bandara Sukarno Hatta sekitar pukul 9 pagi, saya langsung naik bis Damri menuju rumah di Bogor, sesampai di rumah tiba - tiba istriku mengalami pendarahan, saya  langsung pergi ke Rumah Sakit Karya Bakti di Bogor..sesampai di rumah karya bakti ternyata kamar untuk bersalin sudah penuh..kemudian saya memeutuskan untuk pergi ke Rumah Sakit PMI di Bogor..sesampai di PMI sudah hampir Magrib, dan ternyata di RS PMI juga kamar untuk bersalin sudah penuh juga, saya sangat binggung waktu itu karena melihat istriku yang banyak mengeluarkan darah dan terlihat sangat pucat dan lemah..kemudian saya  memeutuskan untuk membawa istri saya pulang ke rumah.
Dan sampai di rumah saya menghubungi melalui telpon bidan tempat biasa istri saya melakukan cek up rutin kehamilanya, Ibu bidan kemudian memberikan surat rujukan ke RS Atang Sanjaya di Semplak Kab. Bogor ..kemudian saya membawa istri saya ke rumah sakit tersebut, sesampi di rumah sakit kemudain di periksa oleh dokter, dan ternyata istri saya harus di operasi cesar karena ari - ari menutupi mulut rahin atau Plasenta Pravia. Setelah selesai operasi saya di suruh oleh dokter untuk melihat anak saya..dan ini lah pertama kali saya menjadi seorang ayah, kemudian saya mengadzani anak saya dan saya beri nama Hafidz Pratama Hidayat.
saya melihat di bola mata kanan anak saya ada semacam bulatan kecil bening seperti kaca..tapi kami tidak ada kecurigaan sedikitpun tetang adanya suatu awal mula tumbuhnya penyakit kanker mata atau Retina Blastoma.


Setelah menginjak umur 3 bulan saya membawa anak saya ke Batam, kemudain kami tinggal bersama anak dan istri saya, suatu ketika  anak saya berusia 4 bulan pada hari minggu sore saya mengajak anak dan istri saya jalan - jalan ke Golden Pron tempat wisata pinggir pantai di kota Batam, dengan mengendarai sepeda motor kami bertiga jalan - jalan menikmati pemandangan pantai ..setelah puasa dan juga menjelang magrib kami pulang ke rumah, 
Ke esokan harinya tiba - tiba mata kanan anak saya terlihat merah, mungkin karena terkena debu ketika jalan - jalan kemarin ke pinggir pantai..jadi saya pikir ini hal biasa nanti juga sembuh. setelah 2 hari mata anak saya tetap memerah kemudian saya membawa anak saya ke Klinik, sesampai di klinik dan dokter menyarankan untuk membawa anak saya ke spesialist mata karena menurut dokter mataya rada terlihat menonjol jadi spesialist mata yang bisa menangani. kemudian hari itu juga saya membawa anak saya ke Dokter spesialist mata, saya masih ingat nama dokter itu yaitu Dokter Haryono.
Setelah mengantri akhirnya giliran anak saya yang di di panggil oleh dokter untuk di periksa, kemudian dokter memeriksa mata anak saya menggunakan alat khusus periksa mata, Dokter Haryono mengeleng - gelengkan kepala, saya tidak tahu makan dari gelengan kepala Dokter Haryono tersebut. setelah selesai pemeriksaan Dokter menjelaskan dari hasil pemeriksaan tersebut, kata Dokter Haryono anak saya terkena penyakit Retina Blastoma atau kanker mata dan harus di oprasi mata anak saya ( matanya di ambil)!!! seolah - olah seperti tersambar petir yang mengeleggar!!!!!!, sontak saya tak bisa menahan air mata saya keluar bercucuran sambil memeluk dan menciumi anak saya. kata dokter Haryono dari Retina Blastoma bisanya menyerang anak balita dan dari 30rb anak balita satu yang terkena Retina Blastoma. pada saat itu saya hanya bisa berserah kepada Allah, semua datang dari Allah dan saya kembalikan ke pada Allah sambil mengucap " inalilahi wa inailaihi rojiun Allah humajurni fi musibati wa ahlihi khoirum min ha".
kemudian Dokter Haryono memberikan surat pengantar rujukan untuk di tangani di RS Mata Aini di Jakarta dan juga dokter tidak mengenakan biaya pemeriksaan..Makasih Dokter Haryono.........

Bersambung ke Part 2




0 comments:

Post a Comment